Jumat, 24 Januari 2014

HARI GIZI NASIONAL KE-54 TANGGAL 25 JANUARI 2014


Sebagian besar masyarakat mungkin tidak mengetahui tentang peringatan Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari. Hal ini wajar mengingat pemberitaan di media tidak begitu gencar seperti hari penting lainnya. Tepat tanggal 25 Januari 2014, diperingati sebagai Hari Gizi Nasional yang ke-54 dengan tema “Gizi Baik, kunci keberhasilan pelaksanaan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional)“. Tema ini dipilih karena gizi berperan sangat penting untuk mencegah penyakit menular dan penyakit tidak menular yang akan memberikan efek positif pada pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional.

Kata "gizi" berasal dari bahasa Arab yang artinya makanan yang menyehatkan dan  dicetuskan oleh Lembaga Pusat Bahasa untuk terjemahan kata "nutrition" dalam bahasa Inggris. Pada awalnya tidak ada kata terjemahan untuk kata "nutrition". Makanya digunakan kata makanan dan diet. Untuk lebih jelasnya tentang sejarah awal Hari Gizi Nasional, Anda dapat membacanya pada link http://id.wikipedia.org/wiki/Gizi_seimbang

Terdapat makna yang begitu penting dan mendalam dalam setiap peringatan Hari Gizi Nasional dari tahun ke tahun. Masyarakat seakan diingatkan akan pentingnya gizi bagi kesehatan dan kecerdasan manusia Indonesia. Gizi adalah zat-zat penting dalam makanan berupa mineral, protein, lemak, vitamin, karbohidrat dan air. Zat-zat yang terkandung dalam makanan tersebut sangat penting dan dibutuhkan oleh tubuh manusia terutama oleh balita. Gizi sangat dibutuhkan balita yang sedang berada dalam tahap tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu, makanan yang berkualitas dan bergizi tinggi perlu menjadi makanan rutin yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, terutama anak-anak.

Jika melihat keadaan alam Indonesia, sebenarnya tidak ada tempat untuk yang namanya "GIZI BURUK". Indonesia sangat kaya dengan beraneka Sumber Daya Alam. Koes Plus juga membuat lagu tentang betapa luar biasanya alam Indonesia berjudul "Kolam Susu". Terdapat begitu banyak sumber pangan bergizi tinggi yang bahkan tidak bisa ditemukan di negara manapun di dunia. Sampai-sampai membuat iri semua negara dan menjadi incaran untuk dijadikan daerah jajahan pada zaman dahulu. Sungguh tidak terbayangkan jika terdapat anak yang menderita gizi buruk. Tapi kenyataannya berkata lain.

Pada tahun 2010 terdapat 5 juta anak yang menderita kurang gizi dan 100 juta penduduk beresiko mengalami berbagai masalah kekurangan gizi. Data UNICEF tahun 2006 menunjukkan angka 2,3 juta angka balita penderita kekurangan gizi yang berpotensi mengidap busung lapar. Sungguh sebuah ironi besar ketika dihadapkan pada realita bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam luar biasa ternyata rakyatnya belum mampu hidup sejahtera dan bahkan untuk makan makanan yang sehat setiap harinya. Apa yang salah dari negeri ini?

Padahal anak-anak adalah aset terpenting untuk masa depan bangsa ini. Bagaimana nasib bangsa Indonesia di masa mendatang ketika aset terpenting itu malah kekurangan gizi dan berdampak pada kecerdasan yang rendah pula? Masalah gizi buruk seakan tidak ada habisnya, bahkan menunjukkan angka yang semakin naik. Hal ini merupakan dampak dari kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi makanan yang sehat. Ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola sumber daya alam Indonesia yang kaya juga menjadi penyebab mengapa masyarakat Indonesia sebagian besar berada di bawah garis kemiskinan. Sehingga tidak mampu untuk membeli makanan yang bergizi tinggi. Sebagian yang lain malah terpaksa memakan nasi aking yang pasti tidak bergizi.

Kasus gizi buruk tidak hanya menjangkiti daerah Indonesia Timur yang identik dengan kemelaratan, namun juga tersebar di berbagai daerah di Indonesia, termasuk yang dikatakan sebagai daerah lumbung padi nasional seperti Jawa Barat. Pada tahun 2012 saja, Indonesia menempati peringkat ke-5 sebagai negara dengan jumlah kekurangan gizi terbesar di dunia. Angka pada tahun 2013 menunjukkan bahwa terdapat 900 ribu anak balita yang kekurangan gizi. Angka tersebut adalah 4,5 persen dari jumlah balita saat itu yang mencapai angka 23 juta jiwa. Kondisi ini sungguh memprihatinkan sekali, padahal Indonesia sudah berkomitmen bersama negara-negara PBB untuk mensukseskan program Millenium Development Goals (MDG's) dengan memangkas separuh angka kematian balita dan jumlah penduduk miskin dan kelaparan dari keadaan pada tahun 2000.

Bagaimanapun juga, harus ada revolusi untuk memperbaiki gizi anak-anak Indonesia dengan menggalakkan kampanye gizi seimbang pada masyarakat. Pemerintah juga harus mampu meningkatkan daya beli masyarakat sehingga mampu membeli makanan yang sehat dan penuh gizi untuk anak-anak mereka. Upaya ini bisa berawal dari pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia secara optimal untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat seperti yang diamanatkan oleh UUD 1945.

Mudah-mudahan pada pemilu bulan April nanti akan terpilih pemimpin yang mampu mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera. Amiiin.

Selamat Hari Gizi Nasional... :-)  

0 komentar:

Poskan Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template