Senin, 13 Januari 2014

MAKNA PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Menurut penanggalan Masehi, maka 1443 tahun yang lalu tanggal 12 april 571 M lahirlah Nabi Muhammad SAW di kota Mekkah. Atau dalam penanggalan hijriah tepat tanggal 12 Robbiul awal tahun Gajah. Sehingga setiap tanggal 12 Robiul Awal, diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau dikenal dengan Maulid Nabi Muhammad yang pada tahun 2014 ini bertepatan pada tanggal 14 Januari. Karena pergantian hari penanggalan hijriah dimulai saat terbenamnya matahari, maka Maulid Nabi Muhammad SAW bisa dimulai tanggal 13 Januari malam.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekedar upacara seremonial tahunan belaka. Maulid Nabi mempunyai misi untuk membentuk dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Makna lain dari setiap pelaksanaan Maulid Nabi adalah ajakan untuk selalu berbuat kebaikan, mencegah kemungkaran dan mengikuti apa yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini juga yang disampaikan oleh pakar tafsir Al-Qur'an yang notabene mantan Menteri Agama RI, Prof. Dr. M. Quraish Shihab.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah suatu bentuk penghormatan tertinggi kepada beliau. Namun begitu ada beberapa kelompok aliran muslim seperti Wahabi dan Salafiah yang memberikan hukum bid'ah (mengada-adakan dalam urusan agama) pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bisa jadi pendapat itu benar HANYA JIKA dalam peringatan Maulid justru menghamburkan materi, waktu, dan energi saja dan malah tidak menambah kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Jadi dalam pelaksanaan peringatan Maulid harus selalu diniati untuk menghadirkan keteladanan Nabi Muhammad pada diri kita sehingga Maulid bisa bernilai ibadah. Hal ini akan berkontribusi pada perbaikan akhlak dan moral umat Islam di tengah peradaban modern yang sedang mengalami krisis keteladanan dan krisis moral.

Terdapat hal yang unik dalam setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seperti yang biasa ditemukan di Yogyakarta dan Solo, yaitu ritual Grebeg Mulud yang dilaksanakan pada bulan Mulud pada penanggalan Jawa. Namun peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang paling umum dilaksanakan dengan perayaan keagamaan, seperti pembacaan sholawat Nabi serta mengadakan pengajian.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah lama dilaksanakan jauh setelah Rasulullah wafat. Namun kapan tepatnya Maulid Nabi pertama kali diselenggarakan? Mungkin Anda belum tahu mengenai hal ini. Jadi pada awalnya pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193) di Irak, terdapat seorang Gubernur yang pertama kali memperkenalkan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bernama Abu Said Al-Qakburi. Pada saat itu sedang berkecamuk perang salib antara pasukan muslim dengan pasukan Kristen Eropa. Untuk meningkatkan semangat pasukan muslim saat itu dan juga menambah kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW, maka diadakanlah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi sarana pembangkit semangat keislaman umat dengan meneladani akhlak dan kepribadian Rasul. Itu lah hal yang dipesankan oleh Sultan Salahuddin Al-Ayyubi.

Jadi sepanjang peringatan Maulid Nabi bertujuan untuk mengambil hikmah dan semangat pengabdian Nabi Muhammad SAW sebagai hamba Allah SWT dan mengabdi sepenuhnya pada Sang Rabb tanpa maksud mendewakannya adalah justru bernilai ibadah. Jika sekarang menjadi titik awal dan kesempatan yang baik untuk memperbaiki diri, keluarga dan membangun masyarakat dengan meneladani Rasulullah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah tak berlebihan.

Masih banyak dari kita yang bahkan belum paham betul tentang biografi Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu justru dengan diadakannya peringatan Maulid Nabi tiap tahun, kita diajak untuk mengenal sejarah perjalanan hidup Rasulullah dan dapat mengambil hikmahnya. Nabi Muhammad SAW sudah menjadi anak yatim bahkan ketika beliau masih berusia 7 bulan dalam kandungan ibunda beliau, Aminah. Sang ayah, Abdullah harus lebih dulu wafat sebelum melihat putranya lahir. Setelah itu Muhammad kecil diasuh sampai usia 5 tahun oleh ibu susuan dari Bani Sa'ad bernama Halimah. Kemudian beliau kembali pada asuhan ibunda tercinta. Namun, akhirnya Aminah juga wafat. Sang kakek, Abdul Mutthalib mengambil alih hak asuh Nabi Muhammad SAW. Kemudian peristiwa selanjutnya adalah sejarah yang penuh kesulitan hidup dan pejuangan.

Beliau telah memberikan begitu banyak keteladanan semasa hidupnya. Bahkan seluruh hidup beliau adalah keteladanan untuk seluruh kehidupan di alam semesta ini. Perjuangan beliau dalam mengubah zaman kegelapan yang penuh kesesatan menjadi zaman yang pencerahan yang penuh cahaya Islam sungguh patut kita ambil hikmahnya. Beliau melakukan itu tanpa ingin dikenang atau diingat dengan berbagai perayaan. Selama kita masih meneladani Nabi Muhammad SAW maka risalah beliau tidak akan punah oleh waktu. Inilah yang harus didapat umat Islam dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. 

0 komentar:

Poskan Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template