Tampilkan postingan dengan label KARYA SISWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KARYA SISWA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2013

SAAT SEMUA TERBELENGGU....

          "Izinkan aku memanggilmu adik, wahai saudaraku..!". Kalimat itu seakan menjadi parang yang sengaja menyabit hatiku. Aku tak menyangka, bahkan seperti mimpi buruk di pagi hari saat kalimat itu terdengar parau dari mulutnya. Hhmm... jujur saat itulah hatiku benar-benar sakit, aku tak mampu berbuat apa-apa kecuali menunduk dan sedikit menyadarkan diri dalam hatiku....
"Ya Allah.... Hamba tahu Engkau memang Maha Adil. Engkau tlah mempertemukan malaikat-Mu padaku. Walau akhirnya Engkau ambil dia untuknya..."
          "Mas.... Umi sama Abah nyariin kamu....!". Suara yang tiba-tiba itu membuat aku semakin meyakini semua kenyataan yang sudah tertulis. Ku lihat pemuda itu menerima pelukan Mbak Ratih, aku tersenyum canggung.
"Udah kan ngobrolnya....?", tanya Mbak Ratih.
"Owh.... udah kok Mbak. Lagian Siffa masih mau pelatihan jurnalis".
"Hhmm jadi Siffa mau berangkat sekarang...?", ujarku sembari mengambil ransel yang kuletakkan di atas meja.
"Terus nanti...?"
"Owh iya, mungkin Siffa lama, jadi gak bisa ikut acara sampai nanti, gak apa-apa kan Mbak? Salamkan ke Umi dan Abah. Siffa berangkat Mbak...!", sahutku, mencium tangan Mbak Ratih.
          Aku bergegas ke garasi untuk mengambil mobil dan segera pergi.

*******

          Pagi yang cerah itu membuatku bersemangat melakukan kegiatan rutinitas di hari minggu, sehabis sholat dhuha aku bergegas mengambil peralatan jurnalis yang segera kukemas di dalam ransel biru kesayanganku. Aku langsung berselancar keluar dari kamar, setelah kurasa semua sudah beres.
"Umi... Abah....!!", ujarku menghampiri mereka yang sedang bernostalgia di ruang keluarga.
          Umi membelai kerudung putihku saat aku cium tangan beliau yang sedikit menua begitu juga dengan Abah. Hhmm.... Aku jadi ngerasa anak tunggal kalau gini, padahal aku masih punya kakak perempuan yang lagi menimba ilmu di Yogyakarta.
"Mau berangkat sekarang, Siff...?", tanya Umi.
 "Iya Umi.... mmm kunci mobilnya mana?", tanyaku.
          Umi tak segera menjawab, beliau memandang Abah yang sedang menelpon seseorang.
"Bawa ke rumah sekarang, Man...!!", terdengar suara Abah.
 "Abah ngapain Mi...?", tanyaku penasaran.
"Tunggu Abahmu sebentar Siff...!", ujar Umi.
          Aku hanya tersenyum lesu, tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti di depan rumah.
"Ayo keluar....!", ajak Abah.
          Aku hanya mengikuti beliau.
"Siapa Umi...?", tanyaku saat melihat Abah sedang berbincang-bincang dengan seorang pemuda yang keluar dari mobil.
"Dia Arman, putranya Kyai Faqih...!"
"Owh, temennya Abah...?", tanya aku. Umi tersenyum mengangguk.
"Sini Siffa...!", panggil Abah. Aku menghampirinya.
"Kenapa Bah...?", tanya aku.
"Kamu berangkatnya sama Arman aja, biar aman..!", tegas Abah.
"Kok gak bawa mobil sendiri aja sih Bah...?", tanya aku.
"Hush.... perempuan gak baik keluar sendirian..!", sambung Umi.
"Sudah, berangkat sana...!", ujar Umi.
          Setelah mencium dan berpamitan, aku masuk mobil, dan Arman segera mengendarai mobil.

*********

"Mbak suka nulis...?", tanya Arman.
"Siffa...!", sahutku. Ia tampak heran dengan jawabanku.
"Maksudnya...?", ungkapnya. Aku tersenyum.
"Panggilnya Siffa aja, gak pakek Mbak...!", jelasku. Dia mengangguk paham.
"Jadi suka nulis...?", ulangnya.
"Mmm... suka banget...!", tegasku.
"Suka nulis apa...?", tanyanya.
"Cerpen... Tapi sekarang aku lagi merintis novel...!", jelasku.
"Owh...bagus tuch...!", puji Arman. Aku tersenyum.
          Setengah jam, mobil berhenti di depan gedung jurnalis. Aku turun dari mobil.
"Makasih Mas.... Siffa masuk dulu. Assalaamu'alaikum...!", ujarku sembari meninggalkannya.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh", Arman menjawab salamku.
          Degh... jantungku tiba-tiba berdetak hebat.
"Mas...? Jadi aku panggil dia Mas...? Ya Allah... kok aku jadi merinding gini....?".
          Tak terasa kepalaku menoleh. Degh... aku kembali berdetak saat mendapati Arman tersenyum kepadaku....
"Kenapa aku bahagia begini....?", tanyaku dalam hati.
"Siff....!", suara itu membuyarkan lamunanku.
"Astaghfirullah...!", sentakku saat seorang temanku menepuk pundakku.
"Hhmm.... pagi-pagi kok udah ngelamun...!", ujarnya, aku hanya tersenyum malu.
"Udah gak ngelamun lagi kan...?", lanjutnya. Aku hanya meringis.
"Hehehe... apaan sich...! Emank ada apa...?", tanya aku.
"Pemberitahuan mendadak nih. Miss Elena gak datang hari ini....!", ujarnya.
"Jadi libur...?", tanyaku antusias.
"He'em... ya udah dech Siff. Aku pulang duluan, daaagh...!", ujarnya sembari meninggalkan aku.
"Huuu... terus apa yang mau aku lakuin nih...?", tanyaku sendiri, sesekali membenahi kerudung biru yang tersibak angin.
          Aku putuskan duduk di kursi koridor, sambil terus berpikir apa yang harus aku lakukan. Jujur, tiba-tiba aku ngerasa bergejolak saat harus satu mobil dengan Arman.
"Ya Allah... perasaan apa ini...?".
          Drrrr.... tiba-tiba HP-ku bergetar, satu sms dengan nomor yang asing masuk.
"Masih mau tetap di dalam...? Armansyah.", begitu isi sms-nya.
          Degh.... jantungku kembali berdebar hebat.
"Aduh.... kok dia bisa tahu nomorku? Mmm... dibalas apa nih? Mmm... apa ya? Aku gak tahu kenapa aku jadi sebingung ini...!".
          Akhirnya aku putuskan untuk beranjak pergi dari tempat ini, tapi...
Bruuugkh.... mata kita beradu. Detak jantungku semakin hebat. Nadiku pun ikut berdesir. Aku bisa merasakan nafas dan bau asma' yang ia kenakan.
"Astaghfirullah...!", segera ku kembalikan tubuhku ke sikap sempurna, saat menyadari tangannya masih menangkap tubuhku.
"Maaf...!", ujarnya halus. Aku hanya bisa tersenyum gamang.
"Kok bisa tau kalau Siffa libur...?", tanyaku mencairkan suasana.
"Dari temen-temennya Siffa. Kalau gitu kita pulang yuk...!", ajaknya.
          Aku mengangguk mengikuti Arman masuk mobil.
"Kenapa Abah tiba-tiba percaya sama kamu..? Padahal dari dulu Abah selalu melarang Siffa satu mobil sama laki-laki...!", tanya aku antusias. Aku lihat Arman hanya tersenyum.
"Nanti kamu juga akan tahu....!", jawabannya membuatku semakin bertanya-tanya tentang status yang terjadi.
*********

          Hhmm.... hari ini aku seneng banget. Mbak Ratih datang dari studinya, soalnya besok Mbak Ratih udah melangsungkan pernikahannya. Aku tersenyum. Akhirnya aku punya kakak ipar juga. Jadi penasaran sama calonnya.
          Malam yang dingin ini aku sempatkan menatap bintang-bintang dari jendela kamarku. Mereka berkerlap-kerlip seakan tahu tentang perasaanku yang sedang bahagia. Dengan perasaan bahagia, aku buka buku Diary biru kesayanganku. Aku ingin berbagi kebahagiaan tentang hari ini dan tentang dia.

19 Januari 2013

"Ya Allah.... Saat pertama kali Kau turunkan malaikat-Mu di hadapanku.... Saat itulah hamba mulai yakin bahwa Engkau lah yang paling Agung. Engkau ciptakan malaikat seperti dia. Dia yang berhasil membuatku bergetar, ARMANSYAH...
Ya Allah.... jadikan dia penuntun hidupku, jika Engkau ciptakan dia untukku. Hamba benar-benar ingin bersamanya.
Tapi jika Kau ciptakan dia bukan untukku.... Hhmm.... Hamba akan berusaha yakin bahwa Engkau akan memberikan sesuatu yang lebih baik.... Amiiin.

~SIFFA~

          Tanpa sadar mataku pun mulai terlelap, menuju mimpi-mimpi indahku malam ini.

**********

          Kenapa semuanya seperti ini....? Hari ini semuanya terjawab. Dan hatiku berhasil tergores parang hingga membuatku luka.
          Setelah proses akad nikah, aku kembali ke kamar, berganti baju dan membasuh butir-butir air mata yang tadi sempat mengalir deras dengan air wudhu. Aku ingin segera keluar dari hari ini, hari yang membuat hatiku luka, seperti luka "Aisyah" yang ada di cerpenku kemarin. Segera kuambil ransel biruku, tapi langkahku tertahan, air mataku kembali mengalir saat kulihat jaket putih yang kukenakan kemarin pagi saat aku bersamanya. "Ah... Siffa... yang lalu biarlah berjalan". Segera kuhapus air mataku.
          "Nanti kamu juga akan tahu...". Kalimatnya saat itu membuat hari ini semakin pedih. Inikah jawaban dari semua itu? Huuuft.... kuhembuskan nafas panjang, membenahi kerudung dan menghapus bekas air mataku. Aku ingin segera menulis harianku ini dalam novelku, agar semua orang tahu bahwa Allah itu Maha Adil. Akupun tersenyum, dan melangkah membuka pintu.
"Assalamu'alaikum Siffa...!", Degh... suara itu menghentikan langkahku. Aku menunduk saat mendapati dia ada di depanku. Tangan kanannya membawa Diary biruku.
"Ya Allah, kenapa ada padanya?", ujarku dalam hati.
          Aku tak berani menatap wajahnya. Wajah Arman yang membuatku luka.
"Izinkan aku memanggilmu Adik, wahai saudaraku....!", ujarnya.
          Aku sadar siapa Arman. Dia bukan milikku, tapi dia milik Mbak Ratih.

**********

          Kuhentikan mobilku dipinggir danau, ku keluarkan laptop biruku yang selalu menampung cerpen-cerpenku.
          Hari ini aku akan menulis tentang hari ini, walau aku harus bertarung dengan air mata yang masih terus mengalir deras dan hatiku yang masih perih...
Aku ingin menulis tentang 20 Januari 2013 ini....
Tentang aku dan butir-butir air mataku....

--TAMAT--

By: Sartika Dewi Anjani (XI IPS 1)





   

Minggu, 19 Mei 2013

PERSAHABATAN


Teman memberi senyuman.
Tapi sahabat memberi kebahagiaan.
Teman akan memberitahukan yang tidak benar tentangmu.
Tapi sahabat akan tutup mulut dari kesalahanmu.

Teman memberi kelebihan.
Tapi sahabat menerima kekurangan.
Seribu teman akan datang saat kamu tertawa bahagia.
Tapi sahabat akan datang saat kamu berderai air mata.

Persahabatan bagai tangan dan mata.
Jika tangan terluka, mata menangis.
Jika mata menangis, maka tangan yang
akan menghapus air mata.

Jadi....
Hargailah persahabatan, karena sahabat susah dicari.
Persahabatan tidak seperti PEPSODENT yang selalu setia hanya 12 jam.
Tidak juga seperti BAYGON, yang hanya setia selama 24 jam.
Tapi sahabat seperti REXONA yang setia setiap saat.


Jika sahabat itu beban,
biarkan aku menghilang.
Jika sahabat itu kesalahan,
biarkan aku minta maaf.
Jika sahabat itu hutang,
biarkan aku melunasinya.

Tapi.....
Jika sahabat itu anugerah,
biarkan aku mengenalmu selamanya.

Kenanglah teman seumur hidupmu.
Simpanlah kawan dalam khayalmu.
Mimpikan pacar dalam tidurmu.
Tapi....
Jangan lupakan sahabat seumur hidupmu.


By: Dewi Puji Astutik (XI IPS 2)

MISTERI ILAHI



Aku mengenalmu hanya sebatas bayangan semu.
Dalam jagaku kenapa engkau yang hadir?
Padahal aku tak pernah mengenalmu, dan engkau tak mengenalku.

Mungkinkah Tuhan mempunyai rencana lain buatku?
Tapi seandainya itu benar, maka itu tidak adil.....
Kenapa harus aku yang mengalaminya sendiri?
Apakah ia mengalaminya? Karena perasaan yang aku rasakan ini sangat menyiksaku.

Tuhan telah memberiku berbagai teka-teki yang tak pernah bisa kumengerti. Ataukah perasaan kagum yang sekejap ini membuatku terbayang akan wajahnya?
Dalam dunia nyata, aku tak pantas untuknya.
Kenapa aku berharap begitu besar pada teka-teki ini. Itu hanyalah semu, tak nyata.... Aku harus bangkit. Aku harus sadar, siapa aku dan siapa dia.

Aku tak boleh percaya dengan dugaan yang ada dalam otakku. Karena itu mungkin hanya tipu daya setan. Tapi seandainya itu semua benar, aku hanya dapat bersyukur pada-Mu TUHAN SELURUH ALAM. Karena aku tak tahu rahasia yang engkau berikan pada hamba-Mu ini. Aku berdo'a semoga itu tanda baik untuk hidupku. Amiiin...

Aku tak tahu rencana dalam hidupku ini, karena hanya Dialah yang Maha Tahu.
Aku berdo'a.... Apa yang aku rasakan, semoga engkau merasakannya.
Karena aku yakin, keajaiban itu pasti ada.
Adanya dirimu atau tidak adanya dirimu, aku tahu. Karena aku tahu tentangmu....


By: Dewi Puji Astutik (XI IPS 2)

Aku Muslimah yang Mencintai Robb-ku dan Dirimu....

Aku bukanlah orang yang puitis
Membuat karangan indah untukmu
Bahkan aku bukan seorang pujangga
yang menulis syair mesra untukmu

Aku adalah muslimah.....
yang ingin kau ikut dalam bacaan
Al-Qur'an suci Nabi-ku....
Muhammad SAW.

Karena tuntunan alunan ayatnyalah
aku memahami cinta sejati Robb-ku....
dan dirimu...

Ku harus menjauhi, sejauh-jauhnya semua larangan yang
tertera di dalamnya....
Karena ku tak ingin jika ku mencintaimu
aku kan terjatuh dalam lembah curam
Sebab aku bukan kekasih yang halal bagimu

Aku selalu berdoa dalam larut sholat-ku
dengan penuh air mata rasa takut
pada Robb-ku.

Aku takut cintamu padaku mengarah
pada suatu kemaksiatan.
Aku ingin kau mencintaiku dengan apa adanya.
Bukan karena nafsu kau ingin memilikiku,
tetapi....
karena kau ingin bersungguh mencari
cinta Robb-mu...
Lewat perantara cintamu untukku
Untuk selalu mengingat yang Maha Kuasa.
Atas cinta yang Dia berikan pada setiap hamba-Nya....


By: Sholeha (XI IPS 2)

Kamis, 16 Mei 2013

JILBAB


Kau pahlawan yang hebat.
Jiwa selamat dari maksiat.
Menutup tabir surat.
Menjauhkan mata dari bejat.

Jilbab....
Sinarmu tiada berkarat.
Kaulah membawa rahmat.
Kaulah tanda iman wanita kuat.

Jilbab....
Langkahkan kakimu dengan penuh semangat.
Jangan kau kerjakan perbuatan maksiat.
Sampai di dunia dan akhirat.

Kami adalah jilbab.
Jilbab....
Jilbab.....


BY: INDANA ZULFA (XI IPA)

KAWAN.....

Jika Tuhan sedang menggoyah
batang pohon pertemanan kita,
aku harap kau yang kan jadi akarnya.

Selalu menjadi yang terkuat
seperti pohon jati, tapi bukan pohon mahoni.

Aku takut hal serupa terulang lagi.
Mereka meninggalkanku dalam sepi.
Menyisahkan luka dan kepedihan tiada henti.
Karena ini bukan yang pertama aku alami.
Tapi berkali-kali telah ku geluti.

Kawan....
jadilah orang terakhir
yang bisa mengakhiri bahkan mengobati
luka dan kepedihan ini
yang telah lama tak isi oleh seseorang.
Yang benar-benar AKU CARI...
dia adalah DIRIMU, kawanku...


BY: INDANA ZULFA (XI IPA)

DESAH DI UJUNG PISAH

Ya Allah, atas izin-Mu lah dapat ku selesaikan perjalananku.
Maka seluruh jiwa dan raga ini bersyukur pada-Mu....
Hanya saja lidah ini tak mampu menerjemahkannya
ke dalam bahasa terindah.
Hanya melalui sebait kata.

Dan kini tersadar, ku tersadar
Betapa Matahari yang terus berjalan
telah menyeretku ke tepi senja.
Ku tengok jalan yang telah ku lalui
telah jauh..... Sungguh sangat jauh....
Namun jarak tak berkurang
hingga Matahari beranjak pulang.

Tak mustahil memang jika sekeping senyum kan merias senja.
Tapi apakah sebanding dengan apa yang telah dikorbankan di sepanjang jalan?
Aku kemasi hatiku yang tercerai berai.
Serasa bata yang ditinggalkan beratnya.
Tiba-tiba ada suara risih yang merisik
Jantung-jantung pun berdetak seratus kali perdetik
Keringat bagai mata air merintik.
Risih suara itu membimbingku menyebut nama guru-guruku

Guru.................
Kau bakar diriku dalam gairah penyuluh setiap langkah
yang membawaku ke puncak ilmiyah.
Dan mengantarku ke lembah amaliyah hingga tiada jalan yang menyesatkan
dan tiada sesat yang berkarat

Guru................
Belum untukmu ku berikan kebahagiaan
yang melahirkan senyummu secara tulus
terlahirkan oleh mutiara yang akan tetap bercahaya
yang ku lingkarkan di jari manis dunia
sementara seluruh pikiranmu kau berikan padaku
Dan seluruh hasrat ku telah menyita waktumu.

Guru...............
Belum untukmu aku membahagiakan
Atas kebesaranmu dalam kesahajaan
Atas kebijaksanaanmu dalam kesederhanaan
Atas kedisiplinan dalam kesabaran
Atas keteduhanmu dalam senyummu

Guru..............
Memang bukan karena engkau aku ada
Tapi karena engkau aku merasa ada
Dan hanya karena engkau aku ada

Guru.............
Karenamu aku mengenal alif,ba',ta' hingga hadist dhoif
karenamu aku mengenal matematika,informatika hingga etika
karenamu aku mengenal sholat, taubat hingga istimbat
karenamu aku mengenal ilmu ,siapa aku dan masa depan ku
dan masih banyak lagi......
sebanyak huruf yang kutulis dalam buku yang sudah
kubungkus dalam kardus

Guru.............
tapi aku........
aku yang tak tahu diri ini kadang berani mengecilkan
jasa -  jasamu..
bahkan aku yang terlihat di kulitmu
kadang berubah menjadi sengatan matahari
yang menguras habis keringat dan semangatmu......

Guru............
kini di hadapan mu ku akui
aku bersalah padamu................


SINCERELY YOUR'S



LAILATUL MAGHFIROH XI IPS 1 (ELLA CHEN)











Rabu, 15 Mei 2013

SUJUD

Hening.....
Harumnya semerbak angin surgawi dalam sujudku di tepian malam.
Mengharap kilau cahaya-Mu
Ya Robbi.....
Saat nurani menampar
Membawaku ke titik silau
Aku pasrah...
Aku terdiam...
Dosa laksana samudra
Noda laksana pekat malam
Menuntun aku menuju panggilan-Mu
Ya Robbi....
Terhuyung aku bersimpuh
di atas ampunan-Mu....
Dalam sujud malamku.


By: MITA ERVINA (XI IPS 2)

SANTRI

Kelakuan boleh nakal, tapi gak kurang ajar.

Penampilan emang acak-acakan, tapi kami selalu ingat Tuhan.

Otak boleh pas-pasan, tapi bukan berarti gak punya masa depan.

Wajah boleh kritis, tapi kami tetap romantis.

Kami brutal, bukan berati gak punya moral.

Kami orang biasa, selalu berpenampilan sederhana.

Kami sadis, tapi tetap optimis.

Kami setia kawan, hanya saja berontak pada lawan.

Kami bersatu untuk menjadi nomor satu.

Inilah jiwa kami, SANTRI.

ISADA (Ikatan Santri Darun Najah) is the best.



By: MITA ERVINA (XI IPS 2)

Minggu, 12 Mei 2013

METAMORFOSIS KEHIDUPAN

Aku mengenalmu tanpa sengaja
Aku berteman dengan mu tanpa ada rencana
Mencoba menjalin sebuah PERTEMANAN
Tanpa ada sketsa dan skenario

Ketahuilah kawan....
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan
Setiap kehidupan pasti ada cobaan
Setiap cobaan pasti ada hikmah kemanisan

Kau hadir dalam sela ''NAFASKU SECARA BAIK''
Kuharap ketika kau akan ingin lepas dari sela ''NAFASKU JUGA SECARA BAIK''

Andai Tuhan memberi ulat berduri dalam pertemanan kita apa yang kau kan lakukan?
Jika itu aku......
aku akan membiarkannya
memeliharanya
bahkan memberinya ruang untuk dia menetap
karena suatu saat ulat berduri itu akan mengalami METAMORFOSIS KEHIDUPAN
dari ulat menjadi kepompong dan akhirnya menjadi kupu-kupu
bahkan orang melihatnya akan iri padanya
kuharap jika cobaan mengujimu
anggap saja itu adalah ULAT BERDURI
pemberian Tuhan untukmu
jangan malah lari menghindar
dengan apa yang sudah tercatat di lauhmahfudz_Nya



By: Indah pu3 2coom {Indana Zulfa XI IPA}

Rabu, 08 Mei 2013

I LOVE YOU 4-EVER DARUN NAJAH

Kisah cinta anak DARUN NAJAH lebih indah daripada CINTA FITRI dan KEMILAU CINTA KAMILA.

Persahabatan anak DARUN NAJAH lebih erat daripada UPIN IPIN.

Keteguhan dan keimanan anak DARUN NAJAH bukan hanya sekedar ISLAM KTP.

Keakraban anak DARUN NAJAH lebih hebat daripada DAHSYAT.

Lucu dan asyiknya anak DARUN NAJAH lebih seru daripada OPERA VAN JAVA.

Betapa hebatnya DARUN NAJAH.



PERHATIKANLAH....

Bukanlah kesulitan yang membuat kita takut,
tapi ketakutan yang membuat kita sulit.
Karena itu, jangan pernah mencoba untuk menyerah,
dan jangan pernah menyerah untuk mencoba.
Maka jangan katakan pada ALLAH, "Aku punya masalah."
tapi katakan pada masalah, "Aku punya ALLAH yang Maha Segalanya."

Berusahalah menjaga hati orang lain dari sesuatu yang menyakitkan.
Sebab mengembalikannya setelah kehancurannya sungguh menyakitkan.
Sesungguhnya jika hati orang lain telah lari dari kecintaan,
laksana sebuah kaca yang hancur dan pecah, tak lagi dapat disatukan.
Walaupun dapat disatukan, tak akan sesempurna seperti asal mulanya dan masih tersisa guratan-guratan pecahan tersebut.


By: MITA ERVINA (XI IPS 2)

KATA-KATA BIJAK HARI INI

QUOTE OF THE DAY


Oleh:

KHOIRUN NI'MAH
XI IPS 2



Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.


Hiduplah yang bermanfaat karena kamu tak akan hidup kecuali satu kali.



Hargailah segala yang Anda miliki, maka Anda akan memiliki lebih lagi.
Jika Anda fokus pada apa yang tidak Anda miliki, maka Anda tidak akan pernah merasa cukup dalam hal apapun.
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template