Minggu, 27 April 2014

Selamat Hari Bumi 2014: Kota Hijau Bumi pun Indah



Pada tanggal 22 April, dunia memperingati hari bumi sedunia. Semua manusia diajak peduli tentang kondisi bumi dan didorong untuk berkontribusi pada pelestarian bumi.

Setiap tahun pada tanggal 22 April , lebih dari satu miliar orang di 190 negara melakukan aksi untuk memperingati Hari Bumi . Dari San Francisco ke San Juan , Beijing ke Brussels , Moskow ke Marrakesh , orang-orang menanam pohon, mereka membersihkan lingkungannya , menghubungi pejabat terpilih , dan lebih semua ini dilakukan atas nama lingkungan.

Lihatlah sekeliling kita. Banjir menjadi langganan kota-kota Indonesia di musim hujan. Polusi dan peningkatan suhu membuat gerak hidup menjadi tidak nyaman. Ketidaknyamanan hidup di kota membuat tekanan fisik dan psikologis semakin berat. Interaksi sosial pun terganggu. Kriminalitas dan kesenjangan hubungan sosial semakin memperparah kondisi perkotaan.

Hari bumi ini kita diingatkan untuk tidak mengumbar dan sesumbar memajukan kota tanpa memahami dan peduli kondisi lingkungan kota. Kota-kota berkembang pesat dengan mengabaikan kelestarian dan memancung kebiasaan hidup ramah lingkunan. Kota-kota seperti itu kini menikmati buah dari pembangunan berbasis materi dan perilaku egois dan tamak akan kepemilikan pribadi. Banjir, biaya hidup mahal, kemacetan, stress, kriminalitas dan kekacauan hidup menjadi pemandangan di berita-berita media tentang kota-kota kita.

Mengapa Hari Bumi?

Hari Bumi atau Earth Day diperingati pada tanggal 22 April setiap tahunnya secara internasional. Hari Bumi atau Earth Day dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi.

Hari Bumi atau Earth Day dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970 seorang pengajar lingkungan hidup. Tanggal ini bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan Bumi utara) dan musim gugur di belahan Bumi selatan. PBB sendiri merayakan hari Bumi pada 20 Maret sebuah tradisi yang dicanangkan aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969, adalah hari dimana matahari tepat di atas khatulistiwa yang sering disebut Ekuinoks Maret. Kini hari bumi diperingati di lebih dari 190 negara dan dikoordinasi secara global oleh Jaringan Hari Bumi (Earth Day Network) (http://en.wikipedia.org/wiki/Earth_Day)

Green Cities : Pesan Hari Bumi 2014

Seperti Bumi Hari masa lalu , Hari Bumi 2014 akan fokus pada tantangan lingkungan yang unik dari waktu kita . Karena penduduk dunia bermigrasi ke kota-kota , dan sebagai realitas yang suram, perubahan iklim menjadi semakin jelas , kebutuhan untuk menciptakan masyarakat yang berkelanjutan adalah lebih penting daripada sebelumnya . Hari Bumi 2014 akan berusaha untuk melakukan hal itu melalui tema global : Kota Hijau . Dengan investasi cerdas dalam teknologi berkelanjutan , berpikiran maju tentang kebijakan publik , dan masyarakat yang berpendidikan dan aktif , kita dapat mengubah kota dan membangun masa depan yang berkelanjutan . Tidak ada yang lebih kuat daripada aksi kolektif dari satu miliar orang .(http://www.earthday.org/greencities/earth-day-2014/)

Itulah pesan dalam menyambut kehadiran Hari Bumi 2014. Teman Green Cities menjadi isu penting di tahun 2014. Tiga isu pokok dalam tema Green Cities pada Hari Bumi 2014 adalah Energi, Bangunan “Hijau”Ramah Lingkungan dan Transportasi. Tiga isu pokok dari masalah perkotaan ini sangat penting dikampanyekan mengingat beban bumi semakin berat akibat pembangunan yang begitu pesat di perkotaan yang berimplikasi pada dampak lingkungan yang juga berat.

Sebagian besar dunia saat ini bergantung pada struktur generasi listrik usang yang sangat tidak efisien dan kotor. Untuk membantu kota menjadi lebih hijau (lestari), kita perlu mendesain ulang sistem yang ada saat ini, perubahan dari energy fosil ke sumber energi terbarukan,

Bangunan menghasilkan hampir sepertiga dari seluruh emisi gas rumah kaca (GRK) global. Melalui efisiensi sederhana dan perbaikan desain bangunan kita dapat mengurangi emisi GRK secara drastis. Untuk mewujudkan visi tersebut, kota harus memperbarui tata cara, beralih ke kode bangunan berbasis kinerja, dan meningkatkan pilihan pendanaan.

Transportasi adalah sumber dari emisi gas rumah kaca yang paling cepat berkembang di seluruh dunia, tiga perempat dari yang dihasilkan berasal langsung dari kendaraan di jalan. Untuk mengurangi emisi dan asap yang dihasilkan, kita perlu meningkatkan standar, meningkatkan pilihan transportasi umum, berinvestasi dalam transportasi alternatif, dan meningkatkan “walkability” dan “bikeability” kota

Semua mengingainkan kota yang kita huni menjadi “surga” yang menyediakan kenyamanan lahir dan batin. Kenyamanan yang diimpikan itu semakin menjauh bila semakin sedikit orang yang peduli akan gaya hidup”hijau” di perkotaan. Ayo kita bergerak, membuat sekitar kita hijau, nyaman dan menularkan budaya ramah lingkugan ke sekeliling kita.

Ayo bergerak. Bergerak untuk menyelamatkan bumi yang sudah terabaikan oloh ambisi, ego dan kerakusan manusia yang tak pernah berpikir generasi masa depan. Ini saatnya bergerak menyentuh kesadaran diri sendiri, keluarga dan lingkungan terdekat kita untuk tidak lagi mengabaikan bumi. Ini saatnya bergerak, karena Bumi takkan menunggu. Bila kita sendiri yang menunggu-nunggu waktu, maka bumi takkan lagi memberikan tempat yang nyaman buat penghuninya.

Ada baiknya, kita juga menyimak pesan yang tedapat dalam Earth Day Anthem :

Joyful joyful we adore our Earth in all its wonderment

Simple gifts of nature that all join into a paradise
Now we must resolve to protect her
Show her our love through out all time
With our gentle hand and touch
We make our home a newborn world
Now we must resolve to protect her
Show her our love through out all time
With our gentle hand and touch
We make our home a newborn world.


(http://en.wikipedia.org/wiki/Earth_Day)

0 komentar:

Poskan Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template