Sabtu, 21 Desember 2013

PERINGATAN HARI IBU KE-85 TAHUN 2013



SAMBUTAN

MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA

PADA

UPACARA PERINGATAN HARI IBU (PHI) KE-85 TAHUN 2013





Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, pada tahun 2013 ini kita dapat memperingati kembali Hari Ibu yang ke-85.

Seperti hal pada tahun-tahun sebelumnya, Peringatan Hari Ibu ke-85 Tahun 2013 bertujuan untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari kebangkitan dan perjuang-an bangsa Indonesia. Seiring dengan perkem-bangan jaman dan globalisasi dunia yang terus berjalan, saat ini peran dan kontribusi perempuan dalam pembangunan tidak dapat dipungkiri lagi. Perempuan dengan jumlah yang relatif besar adalah asset, potensi dan sumber daya manusia yang turut menentukan keberhasilan pembangun-an dan peradaban suatu bangsa. Di Indonesia, saat ini telah banyak kaum perempuan yang memiliki peran dan posisi strategis di berbagai kehidupan. Hal ini membuktikan bahwa perem-puan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri. Perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara juga mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change).

Apabila kembali kepada sejarah masa lalu, pada hakekatnya perempuan Indonesia masa lampau sama halnya dengan perempuan Indo-nesia masa kini. Prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan fungsi perempuan yang seimbang dengan laki-laki, telah mendorong kebangkitan dan perjuangan perempuan untuk maju dan lepas dari berbagai keterpurukan seperti yang dialami di masa lampau. Sejarah telah membuktikan bahwa sebagian perempuan Indonesia telah berani berpartisipasi dalam perjuangan kemer-dekaan Indonesia. Kongres Perempuan 1928 pada tanggal 22 Desember 1928 adalah bentuk respon dari organisasi atau gerakan perempuan Indonesia yang pada saat itu telah tumbuh, untuk mendukung secara konkret semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Undang-Undang Dasar Negara Tahun 1945, menjamin bahwa setiap warga negara Indonesia termasuk pe-rempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk berpartisipasi dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis. Sehubungan dengan hal tersebut peringatan Hari Ibu tahun ini difokuskan pada: “Peran Perempuan dan Laki-laki Dalam Mewujudkan Demokrasi yang Partisipatif dan Pembangunan yang Inklusif”.

Tema ini kami bangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia tahun 2013 bersiap-siap menuju tahun politik 2014 dengan harapan di tahun depan semakin banyak warga negara yang terlibat dalam pemilihan umum. Adapun tema pembangunan inklusif, kami tetap-kan agar pembangunan yang sedang dijalani prosesnya hingga hari-hari ini dapat optimal menjangkau semua kelompok dan elemen masya-rakat, baik perempuan maupun laki-laki, anak perempuan maupun anak laki-laki, termasuk kelompok penyandang disabilitas dan berke-butuhan khusus di seluruh Indonesia.

Berkaitan dengan peran perempuan dalam mewujudkan demokrasi yang partisipatif khusus-nya di bidang ekonomi, Indonesia pada tahun ini menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum APEC, di mana salah satu rangkaian dari APEC adalah penyelenggaraan Women Economic Forum yang bertemakan“Women and Economic Drivers”. Pertemuan ini dihadiri oleh 19 negara anggota APEC dan 4 negara pengamat, yang telah menghasilkan rekomendasi strategis antara lain tentang pentingnya membangun komitmen dan sinergitas seluruh anggota APEC untuk mendorong pemberdayaan perempuan dalam bidang ekonomi melalui peningkatan kerjasama dan kemitraan antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat untuk meningkatkan akses dan peluang bagi para perempuan pelaku usaha dalam mengembangkan wirausahanya di tengah-tengah daya saing pasar bisnis yang sangat ketat dan kompetitif.

Untuk itu dengan terselenggaranya Peringat-an Hari Ibu Ke-85 Tahun 2013, saya mengucap-kan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada 6 (enam) pimpinan organisasi perempuan yaitu Dharma Pertiwi, Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Dharma Wanita Persatuan Pusat, TP PKK Pusat, Bhayangkari dan mitra kerja lainnya yang selalu bersama-sama ikut menye-lenggarakan Peringatan Hari Ibu.

Harapan saya, Peringatan Hari Ibu Ke-85 Tahun 2013 ini akan memperkokoh semangat persatuan dan solidaritas seluruh kaum pe-rempuan Indonesia mencapai cita-cita bangsa yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil, demokratis, aman dan sejahtera.



Jakarta, Oktober 2013

Menteri Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak RI,





Linda Amalia Sari Gumelar



Sumber: www.jatengprov.go.id dan DOWNLOAD LINK PDF

0 komentar:

Poskan Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template