Rabu, 11 Juni 2014

Memperingati Hari Anak Sedunia 1 Juni 2014

Hari Anak adalah event yang diselenggarakan pada tanggal yang berbeda-beda di berbagai tempat di seluruh dunia. Hari Anak Internasional diperingati setiap tanggal 1 Juni, dan Hari Anak Universal diperingati setiap tanggal 20 November.


Negara lainnya merayakan Hari Anak pada tanggal yang lain, dan perayaan ini bertujuan menghormati hak-hak anak di seluruh dunia. Di Indonesia, Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984.

Sejarah Hari Anak International

Kesepakatan 1 Juni sebagai Hari Anak Internasional mulai terbangun dalam konvensi International Women Democratic Federation di Moskow, 1949. Hari Anak Internasional diperingati setiap tanggal 1 Juni di berbagai negara dan biasanya ditandai dengan berbagai aksi yang melibatkan atau didedikasikan terhadap anak-anak.

Hari peringatan yang juga ditujukan sebagai Hari Internasional untuk Perlindungan Anak-anak ini telah dirayakan pertama kalinya di sekitar tahun 1950-an oleh 51 negara seluruh dunia. Meski demikian, kesepakatan 1 Juni sebagai Hari Anak Internasional mulai terbangun dalam konvensi International Women Democratic Federation di Moskow, 1949.

Dalam pertemuan tersebut dibicarakan persoalan anak-anak di dunia dalam kelangsungan hidupnya. Hingga dewan memutus untuk secara resmi menghormati hak anak, mulai dari hak hidup, pendidikan, kesehatan.

Pada 20 November 1959, Majelis Umum juga mengajukan Deklarasi Hak-hak Anak yang pada akhirnya disahkan pada hari yang sama di tahun 1989. Tak kurang dari 191 negara menandatanganinya. Sehingga 20 November juga dikenal sebagai Hari Anak Universal.

Di Bulgaria, digelar banyak acara untuk peringatan Hari Anak Internasional 2012. Begitu pula di China. Serangkaian parade, konser, penampilan seni teater, balap sepeda, sampai demonstrasi cara berkendara atau berlalu lintas yang baik bagi anak-anak.

Sedangkan di Indonesia sendiri sejumlah siswa tingkat SD dan SMP di Bandung, Jawa Barat sempat memperingati Hari Anak Internasional dengan melakukan napak tilas Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 mulai dari tugu Nol Km hingga Gedung Merdeka. Selain napak tilas, para siswa juara itu juga mengeluarkan pernyataan terkait hari anak serta membacakan Deklarasi Hak-hak Anak.

Marilah kita hadiahkan secercah harapan dan kegembiraan kepada anak-anak di dunia yang selama bertahun-tahun menjadi korban kekerasan maupun peperangan antar negara. Dunia anak-anak harus menjadi sebuah dunia yang sehat, penuh keriangan dan semangat, bukan dipenuhi dengan pencemaran dan perang atau gangguan dan kekerasan.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari berbagai sumber)

0 komentar:

Poskan Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template